Oraenmanida

Posted on Februari 26, 2011

0


Oraenmanida, bahasa korea untuk :lama tak bertemu, yah, sudah lama sejak ramadhan tahun lalu blog ini diisi postingan.  Istiqamah dalam blogging, sesuatu yang sulit bagi admin blog ini untuk melakukannya.

Dan, untuk menebusnya, smu4endari kembali dengan postingan bertema lingkungan: Sedimentasi teluk Kendari.

Gambar di samping adalah hasil citra Google Earth per 25 Agustus 2009, sekitar 2 tahun     lalu.  Dari sini sudah terlihat betapa parahnya pendangkalan di daerah teluk.  Tempat          yang dulu masih masih berupa laut, kini berubah menjadi daratan.  Berdasarkan hasil  penelitian dari tahun 1992 hingga 2000, tingkat pendangkalan mencapai 0,027 m tiap  tahunnya.  Sumbangan sedimen dari beberapa sungai besar, yakni Sungai Wanggu,  Sungai Benubenua, Sungai Mandonga dan beberapa sungai kecil.  Diperkirakan dalam 10  tahun ke depan, luas teluk tinggal 197 hektar.

Bukan saja sedimen dari sungai, aktivitas tambahan di daerah sekitar teluk turut berperan  besar dalam pendangkalan tersebut.  Banyak daerah disitu yang kini telah berubah fungsi,  ditimbun untuk dijadikan tempat usaha atau pun pemukiman.  Pembangunan, tanpa melihat  dampak buruknya bagi lingkungan.

Pemerintah kota melakukan langkah reaktif untuk masalah ini, yang sudah sering ditempuh oleh pemangku kebijakan sebelumya, pengerukan dengan mesin pengisap lumpur.  Usaha yang hanya mengobati masalah sementara, tapi tidak menyelesaikannya.  Ibarat menutup lubang yang yang ada, tanpa mencari penyebab lubang tersebut.

Andaikata pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang lebih, preventif, maka akan berbicara banyak.  Peralihan peruntukan daerah sekitar teluk ke pemukiman serta tempat usaha bisa diminimalisir.  Juga, masalah drainase dan sampah.  Kota ini masih belum sebesar Makassar atau ibukota Jakarta, tetapi untuk hal drainase dan sampah sangat -sangat memprihatinkan.  Ruko-ruko serta pemukiman baru dibangun tanpa menyediakan drainase yang layak, akibatnya banjir serta sedimen melimpah bagi Teluk Kendari.

But, enough with the complaining, pertanyaan besarnya, apa yang bisa kita lakukan sekarang?  Aku dan kamu bisa perbuat bagi Teluk Kendari, aset penting kota ini.  Mungkin ini bisa jadi saran sederhana, lihat sampahmu, dan drainase dirumahmu, mulai dari mereka, sebelum pindah ke hal yang lebih besar.

Aa Gym ” Mulai dari sekarang, dari hal yang kecil dan yang terdekat”.

Posted in: Kendari